Home Buku Tamu

Buku Tamu

Bismillah

Ahlan Wa Sahlan dan selamat datang di Website Dakwah AbuUbaidillahCom.

Jazaakallahu khairan dan terima kasih telah mengunjungi website kami. Kami berharap anda bisa mengambil faidah dari artikel-artikel di website kami.

Jika ada sesuatu yang ingin anda sampaikan, maka silahkan anda meninggalkan pesan, kesan, saran, dan kritik, bahkan mungkin pertanyaan di kolom komentar di halaman ini.

Sebaiknya pertanyaan yang berkaitan dengan artikel di website ini ditanyakan pada kolom komentar di tiap artikel, agar setiap pembaca mendapat tambahan faidah dari pertanyaan anda. Dan anda pun bisa mendapat pahala dengan tersebarnya faidah tersebut Insya Allah.

Semoga Allah -subhanahu wata’ala- memberikan taufik kepada kita semua.

Baarakallahu fiikum

33 comments

Gunawan 22-08-2016 at 10:47

Assalamu ‘Alaikum
maaf ustadz sy mau bertanya sedikit mengenai nama anak, sy Insya Allah di amanah kan seorang anak perempuan, saya bingung dlm pemberian nama yg benar diantara beberapa pilihan
SITI SALWA AZZAHRAH
SITI SALWA AL ZAHRAH atau kira kira menurut ustadz mana yang benar menurut kaidah bahasa/penulisan Arab , sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 22-08-2016 at 11:11

Wa ‘alaikumus Salam Warahmatullah
Salam kenal pak Gunawan. Dua2nya bagus pak. Itu bukan masalah kaidah penulisan bahasa Arabnya pak. Tapi pada kaidah penulisan bahasa indonesianya. EYD yang baru yang saya tahu pakai Al Zahra. Tapi kalau AzZahra juga nggak ada masalah. Adapun kalimat Siti itu bukan bahasa arab. Cukup bapak beri nama “Salwa AzZahra”. Semoga jadi anak yang shalihah dan membahagiakan kedua orangtuanya di dunia dan akhirat.

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 26-08-2016 at 21:29

Wa’alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh
Tentang shalat Hajat ada perselisihan di kalangan ulama. Ada yang menganjurkan dan ada pula yang tidak menganjurkan. Adapun Shalat tahajjud, maka para ulama sepakat tentang disunnahkannya shalat tersebut. Maka insya Allah ini lebih menenangkan. Dan disebutkan bahwa Allah ta’ala turun setiap malam di langit dunia untuk mencari hamba-hambaNya yang meminta kepadaNya untuk Ia penuhi permintaannya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ الأَخِيْرِ يَقُوْلُ : مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ, مَنْ يَسْأَلُنِيْ فَأُعْطِيَهُ, مَنْ يَسْتَغْفِرُنِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga terakhir setiap malam Dia berfirman, Siapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni [HR. Bukhari dan Muslim]

Maka bangun, shalat, dan berdo’alah di waktu tersebut. Semoga Allag memudahkan dan melepaskan anda dari segala kesulitan. Wallahu a’lam

Reply
Muhammad 29-08-2016 at 08:13

Dari : Muhammad
Soal :
Kakak saya di lecehkan oleh laki2 lalu kakak saya hamil di luar nikah, kemudian kakak saya di nikahkan dengan laki2 tersebut oleh orang tua saya dalam keadaan hamil, kemudian saya merasa sebagai Adik merasa marah kepada laki2 teraebut tetapi saya hanya dendam, kemudian saya tidak mengajak dia berbicara/membencinya.

Pertanyaannya:
Apakah saya termasuk di hadits Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam yang tidak mengajak bicara terhadap sesama muslim ? Tolong pencerahannya Ustadz .

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 01-09-2016 at 09:03

Kalau niat anda memberi pelajaran agar laki-laki tadi merasa bersalah dan akhirnya bertobat insya Allah anda tidak berdosa. Tapi anda jangan dendam. Do’akan kebaikan untuk kakak anda dan laki-laki itu. Biasanya orang Indonesia lebih bisa merubah akhlak buruk dan bartaubat kita kita nasehati dengan baik dan dengan kelembutan. Bukan berarti kita menganggap bahwa zina itu dosa biasa dan kita tidak marah, tapi kita lebih melihat kebaikan untuk saudara anda pada masa kedepannya. Wallahu a’lam

Reply
Nono 28-08-2016 at 15:23

Bismillah.. afwan ustadz mau tanya,, sampai ajauh mana kwajiban seorang kakak dalam mendidik adiknya (orang tua masih hidup)? Apakah sama dgn kewajiban orang tua dalam mendidik anaknya? Mohon jawabnnya..syukron

Reply
irwan 30-08-2016 at 14:11

Assalamualaikum Ustad

Ana mau bertanya mengenai Shalat jenazah,
pada saat salam kekanan dan kekiri, apakah juga dianjurkan menurunkan tangan kanan dan kiri dari dekapan. Atas jawabannya kami mengucapkan Jazakumullahu khairan katsiran.

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 01-09-2016 at 08:46

Wa ‘alaikumus Salam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Wallahu a’lam ana belum mengetahui dalilnya tentang harus meletakkan tangan kanan dan kiri bersamaan dengan salam. Maka hukum asalnya tetap sedekap sampai selesainya salam. Wallahu a’lam

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 31-08-2016 at 14:57

Wa’alaikumussalam warahmatullah
Anda bisa shalat dua rakat dengan dua niat. Niat Shalat Qabliyah dan shalat Tahiyatul masjid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasllam bersabda’

فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ، فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ
“Jika salah seorang kalian masuk dalam masjid, maka jangan ia dusuk hingga shalat dua rakaat” [HR. Muslim]
Insya Allah shalat Qabliyah juga masuk dalam lafadz hadits ini.
wallahu a’lam

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 31-08-2016 at 15:00

Ada perselisihan para ulama tentang masalah ini. Sebagain ulama mensyaratkan bolehnya hal itu jika:
1. Orang yang telah meninggal masing meninggalkan harta, dan harta itu yang digunakan untuk beli hewan qurban.
2. Ada wasiyat dari si mayyit untuk memotongkan hewan qurban jika ia meninggal.
Wallahu a’lam ini pendapat yang lebih menenangkan kami.

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 31-08-2016 at 15:01

Yang utama dia memberikan uang kepada keluarganya yg tidak mampu agar dapat berqurban. Wallahu a’lam

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 01-09-2016 at 08:44

Wa ‘alaikumussalam Warahm,atullah Wabarakatuh

Semoga Allah menjaga anda untuk selalu dalam ketaatan. Beri penjelasan kepada Om anda dengan cara yang baik. Yang paling bagus anda bisa bicara dengan perantaraan bibi anda. Nanti bibi yang jelaskan ke om. Kemudian berbuat baiklah kepada mereka berdua dengan cara yang tidak melanggar syari’at. Misalnya bantu cuci piring, atau cucikan pakaiannya, atau memasakkannya, dan lainnya. Semoga ini bisa membantu. Jika tidak sebaiknya anda hijrah. Namun tempuh dulu cara-cara yang diatas dengan penuh kesabaran dan mengharap pahala dari Allah. Jangan lupa berdo’a. Wallahu a’lam

AbuUbaidillahCom

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 01-09-2016 at 08:47

Wallahu a’lam

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 01-09-2016 at 08:54

Baca dan pahami keutamaan menghafal al Qur’an serta kisah-kisah menakjubkan para penghafal Qur’an.
Setelah itu atur waktu anda dan istiqamahlah dengan waktu yang tel;ah anda atur. Wallahu a’lam, Wa anti Jazaakilahu khairan

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 01-09-2016 at 09:12

Wa ‘alaikumus Salam
SZemoga Allah menjaga anda. Insya Allah anda tidak berdosa selama dilakukan dengan benar dan hikmah.

Reply
hanny 01-09-2016 at 22:20

Assalaamu’alaikum,
Ustad, mau tanya tentang larangan memotong rambut dan kuku bagi yg akan berqurban. Mohon penjelasannya. Syukron.

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 03-09-2016 at 20:24

Wa ‘alaikumus Salam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Anda bisa baca penjelasannya disini:
http://abuubaidillah.com/larangan-memotong-kuku-bagi-orang-yang-berkurban

Reply
abdullah 03-09-2016 at 13:33

assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh, apakah ilmu tassawuf itu? apakh boleh kita mempelajari dan mengamalkannya, ustad?

jazakallahu khoir

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 03-09-2016 at 20:46

Wa ‘alaikumus Salam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sisa dilihat apa yang diajarkan dalam tasawwuf. Jika mencocoki al Qur’an dan Sunnah, maka diikuti. Dan jika menyelisihi keduanya, maka ditinggalkan. Namun secara umum tasawuf dicela oleh para ulama sunnah karena banyanya penyelisihan di dalamnya. Oleh karena itu cukup anda belajar sunnah lalu diamalkan, maka itu lebih baik dari ilmu tasawwuf. Wallahu a’lam

Reply
Ryan Fajar 05-09-2016 at 06:40

Assalamualaikum Ustadz
Saya ingin bertanya, hati saya sedang digerogoti oleh bisikan kekufuran, bisikan ini berganti – ganti Ustadz, yang paling sering adalah bisikan kekufuran tentang Rasulullah SAW. Saya takut ustadz, saya berusaha melawan bisikan ini hingga saat mulai terlintas bisikan kekufuran tersebut, saya berekspresi mengerang menahan agar bisikan tersebut hilang, dan tanpa sengaja ekspresi tersebut saya lakukan saat saya berdoa dan menyebut nama Rasulullah SAW. Saya takut ini sudah termasuk sebuah kekufuran bagi saya ustadz.

Dan saya meminta tolong kepada ustadz untuk menjelaskan hadits ini,
إنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لأُمَّتِي ما حَدَّثَتْ بِهِ أنْفُسَها ما لَمْ تَتَكَلَّم بِهِ أوْ تَعْمَلْ

Sesungguhnya Allah mengampuni untuk umatku terhadap apa yang terlintas dalam hatinya, selama tidak diucapkan atau dikerjakan. (HR. Muslim 127).
Sumber(https://konsultasisyariah.com/18870-cara-melawan-bisikan-setan-dalam-hati.html)

Terima Kasih banyak Ustadz

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 16-09-2016 at 08:51

Suatu dosa yang dilakukan dengan tidak sengaja, maka insya Allah tidak berdosa. Dan saya memberi nasehat kepada penanya untuk bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan mendekatkan diri kepada-Nya serta berusaha keras untuk melawan bisikan bisikan setan. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata. Semoga Allah mudahkan

Reply
Ummu Akbar 11-09-2016 at 10:51

Bismillah..afwan ustadz sgt butuh masukan menghadapi suami yg jarang sholat kalo sy ingatkan dia blng kadang lupa..ato dia ganti dgn tafakkur sj dgn duduk bersila memejamkan mata..hati kadang nangis melihat perubahan suami..tp kalo ngomong tauhidnya jago sekali tp pengamalan sholatx jarang..puasa ramadhan jg tdk ada..sll alasan batuk..sy malu dgn anak2 nnt ketahuan tingkah suami..pdhal sy sekuat dan semampu sy ngajarin anak2 yg terbaik..tp suami itu sayang dan perhatianx pada keluarga masyaAllah sgt baik..tlg masukanx ustadz..jazakallahu

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 16-09-2016 at 09:02

Hendaklah seorang Istri memberikan nasehat yang baik kepada suami yang seperti itu. Tak lupa dia mendo’akan dengan keikhlasan dan kesungguhan. Semoga suaminya kembali ke jalan yang benar.

Adapun jika ia telah berusaha dan suaminya masih tetap pada pendiriannya meninggalkan sholat dan syariat yang lainnya, maka sang istri diperbolehkan untuk meminta cerai dengan suaminya dalam rangka menjaga agamanya dan anak-anaknya. Namun ini dilakukan setelah usaha yang maksimal.

Sayangnya seorang suami kepada istri dan anaknya itu ditandai dengan perhatiannya kepada keselamatan istri dan anaknya di negeri akhirat, bukan sekedar diberikan perhatian yang sifatnya sementara. Wallahu a’lam
Semoga Allah memberikan taufik…

Reply
bia Eladawiyah 16-09-2016 at 07:59

Bismillaah. Afwan ustadz sy akhwat santri tahfidz yg sering mendapat giliran dalam membuka & menutup majelis. Akan tetapi banyak dr teman-teman sy yg jika membuka majelis, saat mereka telah membaca pembuka/penutup majelis lalu mereka kembali mengatakan mari kita membuka majelis ini dengan membaca basmalah / mari kita menutup majelis ini dg membaca hamdalah. Apakah ini bukan bid`ah ust? Jazaakallah khairan

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 16-09-2016 at 08:56

Hukum asal jual beli adalah halal dan boleh sampai adanya larangan tentang jual beli tersebut. Termasuk jual beli CCTV hukum asalnya boleh. Kapan tidak diperbolehkan ? Ketika diketahui CCTV tersebut untuk perkara yang haram seperti naruh CCTV di WC umum, atau kamar hotel misalnya untuk perkara yang terlarang, maka ini nggak boleh. Adapun jika digunakan untuk kebaikan seperti mengintai pencuri dan lain lain, maka insya Allah tidak mengapa. Wallahu a’lam

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 11-10-2016 at 11:45

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَؤُمُّ اْلقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللهِ ، فَإِنْ كَانُوْا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءٌ فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوْا فِى السُّنَّةِ سَوَاءٌ فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كَانُوْا فِى اْلهِجْرَةِ سَوِاءٌ فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا (وَفِى رِوَايَةٍ : سِنًّا)، وَ لاََ يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِي سُلْطَانِه (وفى رواية : فِي بَيْتِهِ) وَ لاَ يَقْعُدْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ

“Yang (berhak) menjadi imam (suatu) kaum, ialah yang paling pandai membaca Kitabullah. Jika mereka dalam bacaan sama, maka yang lebih mengetahui tentang sunnah. Jika mereka dalam sunnah sama, maka yang lebih dahulu hijrah. Jika mereka dalam hijrah sama, maka yang lebih dahulu masuk Islam (dalam riwayat lain: umur). Dan janganlah seseorang menjadi imam terhadap yang lain di tempat kekuasaannya (dalam riwayat lain: di rumahnya). Dan janganlah duduk di tempat duduknya, kecuali seizinnya” HR Muslim 2/133. Lihat Irwa` Ghalil 2/256-257.

Hadits ini menunjukkan kriteria imam shalat. Dalam masalah shalat Jum’at kita bisa menggunakan hadits ini. Yaitu kita angkat orang yang paling baik bacaannya sebagai imam walaupun ia bukan khatib. Namun boleh juga Khatibnya yang jadi imam, karena Rosulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- jika ia khutbah dia juga yang jadi imam shalatnya. Wallahu a’lam

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 11-10-2016 at 11:55

Wa ‘alaikumus salam Warahmatullah
Wanita tidak diwajibkan shalat Jum’at, tapi boleh ia melakukannya.
Ibnul Mundzir -rahimahullah- berkata:

وأجمعوا على أنَّهن إن حضرن الإمام فصلَّينَ معه أن ذلك يجزئ عنهن

“Mereka (para ulama) sepakat bahwa jika ada wanita yang menghadiri Shalat Jum’at bersama imam, kemdian dia shalat bersama imam, maka itu sudah sah baginya.” (Al-Ijma’, no. 53).

Namun shalat di rumah lebih afdhal. Wallahu a’lam

Reply
Eino 31-10-2016 at 17:17

Assalamualaikum Ustadz,
Saya mau menanyakan soal hukum demo 4 november di jakarta besok itu apakah wajib bagi seluruh muslim di indonesia ustadz? soalnya beberapa ustadz sunnah mewajibkannya. Kalau tidak ikut apakah berdosa? Jazakallahu khoyr

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 01-11-2016 at 17:15

Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh..

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya tidak pernah mencontohkan menyelesaikan masalah dengan cara demonstrasi maka sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Demonstrasi adalah konsekuensi dari demokrasi dan demokrasi berasal dari Yunani. Allah berfirman,

َ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْر
“Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?” (QS. Al Baqarah: 61)

Maukah engkau mengganti contoh Rasulullah dengan contoh yang lain ?

Reply
Irw 09-11-2016 at 16:38

Assalamu alaikum Ustad

Saya diminta menjadi imam di mesjid lingkungan kami berhubung Imam Qabliyah kosong, walaupun yang meminta paham bahwa kami tidak melaksanakan qunut, cenderung men-sirrkan basmalah, menghindari berjabat tangan setiap selesai sholat, namun beliau meminta kami untuk menyanggupi melakukan perkara disebut diatas, katanya demi kemaslahatan masyarakat.
Kami merasa terbebani dengan perkara yang disebut diatas, mohon petunjuknya ustad.

Jazakumullahu khairan katsiran ustad

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 10-11-2016 at 09:21

Wa ‘alaikumus salam warahmatullah

Pertama: bahwa ini adalah satu nikmat yang besar, ketika masyarakat percaya kepada kita untuk memimpin mereka.
Kedua: bahwa memimpin masyarakat majemuk dengan berbagai macam paham bukan perkara ringan, walaupun dalam masalah imam shalat berjamaah.
Ketiga : Allah memerintahkan kita untuk mengikuti syariatnya dan tidak membuat perkara baru dalam agama.
Keempat : Dalam mejalankan perintah kita mendapat keringanan dari Allah dengan melaksanakannya semampu kita. “Bertaqwalah kepada Allah sempu kalian”

4 poin ini adalah solusi masalah. Jika anda sanggup menjelaskan kepada masyarakat tentang perbedaan pendapat anda dengan mereka dan mereka bisa memahami perbedaan tersebut, maka insya Allah tidak masalah anda menjadi imam mereka. Namun kalau mereka tidak mau tahu tentang perbedaan tersebut dan terkesan memaksa dan mengatur ritual ibadah kita, maka sebaiknya ditolak. Jika tidak ada jalan lain untuk menolaknya dan menimbulkan mudharat yang lebih besar, maka bertaqwalah kepada Allah semampu anda. Wallahu a’lam

Reply
Nashrulloh 04-07-2017 at 18:28

afwan ust mau nanya ..
perbedaan antara salafi dan talafi itu apa .
dan kenapa sekrang salafi terpecah belah

Reply
Abu Ubaidillah al-Atsariy 05-07-2017 at 12:19

Salafi artinya pengikut salaf shalih. Siapa salafush shalih ?
Mereka adalah para pendahulu umat ini yaitu Rasulullah, para sahabat, tabi’in dan semua pengikut mereka sampai akhir zaman. Salafi mengikuti aqidah, akhlak, ibadah dan semua pemahaman agama dari salafus shalih.

Lalu siapa Talafi ?
Talafi berasal dari kalimat تلف – dari asal kata تَلَفًا yang berarti merusak. Jadi talafi artinya sang perusak atau pengikut paham kerusakan.

Sebenarnya nama tersebut tidak dikenal dalam dakwah yang suci ini. Namun kemudian orang yang tidak senang dengan pesatnya perkembangan dakwah salafi mencatut nama itu lalu disematkan kepada salafi (pengikut salfus shalih) atau ahlus sunnah wal jama’ah.

Miris memang….tapi itulah yang terjadi. Mereka menyerang dakwah ahlus sunnah dengan nama Talafi dan mengambil sample kerusakan dakwah salafi dari kesalahan yang dilakukan oleh sebagian mereka yang menisbahkan diri kepada salaf.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kesalahan pada mereka yang yang menisbahkan diri kepada salafi itu sangat mungkin terjadi. Tapi bukan berarti dakwah salafi itu salah. Yang salah hanya orangnya karena belum menerapkan prinsip dakwah salafi secara sempurna. Namun dakwah salafi tetap diatas kebenaran karena alQur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih menjadi prinsip dakwah salafi.

Ini ibarat seorang muslim yang melakukan kesalahan dalam beragama, namun tidak serta merta kita mengatakan bahwa Islam itu agama yang salah disebabkan kesalahan umatnya. Semoga bisa dipahami dan kita tidak ikut menyebarkan istilah Talafi. Apalagi untuk tujuan menjatuhkan mereka yang berpegang dengan pemahaman salafush shalih. Baarakallahu fikum

Reply

Leave a Comment