{"id":4852,"date":"2017-09-20T11:46:02","date_gmt":"2017-09-20T03:46:02","guid":{"rendered":"http:\/\/abuubaidillah.com\/?p=4852"},"modified":"2017-09-20T11:46:02","modified_gmt":"2017-09-20T03:46:02","slug":"musyawarah-menghalangi-dakwah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/musyawarah-menghalangi-dakwah\/","title":{"rendered":"Musyawarah Untuk Menghalangi Dakwah"},"content":{"rendered":"<p>Setelah\u00a0dakwah \u00a0yang dilakukan oleh <strong>Rasulullah<\/strong>\u00a0<em>shallallahu\u00a0\u2018alaihi\u00a0wasallam<\/em>\u00a0secara terang-terangan\u00a0maka orang-orang kafir mulai gelisah dengan\u00a0perkembangan dakwah beliau\u00a0shallallahu\u00a0\u2018ala Ini\u00a0wasallam.\u00a0Merekapun\u00a0mulai bermusyawarah untuk menghalangi dakwah suci dari Allah ini. Apalagi waktu itu\u00a0mendekati musim haji. Musim yang dimanfaatkan oleh utusan-utusan dari berbagai suku dan tempat\u00a0untuk berkunjung ke Mekah dalam rangka menunaikan ibadah haji.\u00a0Orang-orang\u00a0kafir Quraisy merasa\u00a0kwatir\u00a0jika para\u00a0jema\u2019ah\u00a0haji terpengaruh dengan dakwah Nabi\u00a0shallallahu\u00a0\u2018ala Ini\u00a0wasallam.\u00a0Berkumpullah orang-orang\u00a0<strong>Quraisy<\/strong> di <strong>rumah\u00a0al\u00a0Waiid\u00a0bin\u00a0Mughirah\u00a0<\/strong>untuk suatu kesepakatan dalam\u00a0mengahadapi\u00a0dakwah Rasulullah terutama di musim haji.\u00a0Al Walid berkata: \u201cBersepakatlah terhadap perkara\u00a0<strong>Muhammad<\/strong> dan jangan berselisih hingga menyebabkan sebagian kalian mendustakan sebagian yang lain\u201d<\/p>\n<p>Yang lain pun berkata: \u201cKatakanlah kepada kami\u00a0tentang\u00a0pendapatmu\u00a0hingga kami bisa menjadikannya\u00a0sebagai acuan\u00a0kami bertindak\u00a0!\u201d.\u00a0<strong>Al\u00a0Walid<\/strong> berkata: \u201cJustru aku ingin mendengar pendapat\u00a0kalian\u201d<\/p>\n<p>Ada yang berkata; \u201cBagaimana kalau kita juluki Muhammad\u00a0sebagai\u00a0seorang dukun ?\u201d\u00a0<strong>Al\u00a0Walid<\/strong> berkata: \u201cTidak ! Demi Allah dia bukan seorang dukun, karena kita telah\u00a0menlihat\u00a0bagaimana praktik perdukunan. Yang Muhammad ucapkan bukan mantra-mantra atau jampi-jampi\u201d<\/p>\n<p>Yang lain berkata: \u201cKalau begitu kita sebut saja Muhammad\u00a0itu\u00a0orang\u00a0gila\u201d. <strong>Al\u00a0Walid<\/strong> berkata: \u201cDemi Allah dia bukan orang gila\u00a0karena orang gila itu bicara dalam kondisi tidak sadar, tertekan,\u00a0frustasi\u00a0atau\u00a0was-was\u201d.<\/p>\n<p>Berkata yang\u00a0lain: \u201cBagaimana kalau kita\u00a0sebut saja Muhammad dengan\u00a0dengan\u00a0penyair ?\u201d. Al\u00a0Walid berkata: \u201cMuhammad bukan penyair karena kita telah menghafal sekian banyak bentuk-bentuk syair, dan yang ia katakan bukanlah sebuah syair\u00a0!\u201d.<\/p>\n<p>Mereka berkata: \u201cKalau begitu dia itu\u00a0tukan\u00a0sihir\u00a0!\u201d. Al\u00a0Waiid\u00a0berkata: \u201cBukan Muhammad bukan tukang sihir, karena kita telah melihat\u00a0praktek\u00a0sihir. Sedangkan yang diucapkan oleh Rasulullah bukanlah hembusan sihir\u00a0atau buhul-buhul.<\/p>\n<p>Berkatalah orang-orang kafir <strong>Quraisy:<\/strong> \u201cLalu apa yang harus kita katakan ?\u201d<\/p>\n<p>Al\u00a0Walid menjawab: \u201cDemi Allah, ucapkan yang dia ucapkan\u00a0sangatlah\u00a0manis dan indah. Akarnya ibarat tandan anggur dan cabangnya ibarat\u00a0pohon yang rindang. Tidaklah kalian menuduhnya dengan salah satu dari hal tersebut kecuali\u00a0akan diketahui kebatilannya\u201d.<\/p>\n<p>Lalu\u00a0al\u00a0Walid\u00a0berpikir dan menguras otak untuk mendapatkan kesimpulan.\u00a0Kemudia\u00a0ia menyimpulkan bahwa Muhammad itu adalah\u00a0tukang sihir yang membawa kalimat yang mirip dengan sihir yang mampu memisahkan\u00a0antara\u00a0bapak, saudara, istri,\u00a0dan keluarganya\u201d.<\/p>\n<p>Mengenai kisah\u00a0al\u00a0Walid ini Allah\u00a0menurunkan\u00a0ayat dalam\u00a0al\u00a0qur\u2019an\u00a0dimana\u00a0Allah\u00a0ta\u2019ala\u00a0berfirman,<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),\u00a0maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,\u00a0Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,\u00a0Kemudian dia memikirkan,\u00a0sesudah itu dia bermuka masam dan cemberut,\u00a0kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri.\u00a0Lalu dia berkata: &#8220;(Al\u00a0Qur&#8217;an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),\u00a0ini tidak lain hanyalah perkataan manusia&#8221;.\u00a0Aku\u00a0(Allah)\u00a0akan memasukkannya ke dalam (neraka)\u00a0Saqar\u201d\u00a0(QS. Al\u00a0Mudatstsir:\u00a018-26).<\/p>\n<p>Setelah diputuskan bersama, maka mereka mulai\u00a0beraksi dengan duduk-duduk di pinggir jalan dan memberi tahu setiap\u00a0orang\u00a0yang lewat\u00a0dari\u00a0Jama\u2019ah\u00a0haji. Kadang mereka memberi tahu secara langsung atau mereka sengaja membicarakan Muhammad di depan orang yang lewat.<\/p>\n<p>Di musim haji tahu itu Nabi pun mulai berdakwah kepada para\u00a0jama\u2019ah\u00a0haji. Beliau mendatangi tenda-tenda pemukiman mereka\u00a0di pasar\u00a0<strong>\u2018Ukazh,<\/strong>\u00a0<strong>Majinnah<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>Dzul\u00a0Majaz<\/strong>. Beliau mengajak mereka menyembah Allah dan meninggalkan\u00a0kesyirikan\u00a0kepadaNya.\u00a0Dalam kesibukan Nabi\u00a0shallallahu\u00a0\u2018alaihi\u00a0wasallam\u00a0berdakwah ternyata Abu Lahab membuntuti beliau\u00a0shallallahu\u00a0\u2018alaihi\u00a0wasallam\u00a0untuk mengganggu, memotong pembicaraan sambil berkata: \u201cJangan kamu mengikuti ajakannya, karena ia adalah pendusta dan pembawa ajaran baru\u201d.<\/p>\n<p>Namun kenyataan berbicara lain, karena ternyata Nabi\u00a0shallallahu\u00a0\u2018alaihi\u00a0wasallam\u00a0menjadi pusat pembicaraan dan\u00a0perbincangan\u00a0diantara\u00a0para\u00a0jam\u2019ah\u00a0haji yang datang dari berbagai daerah.<strong>\u00a0(Sumber:\u00a0Sirah Li Ibnu Hisyam dan Ar\u00a0Rahiq\u00a0al\u00a0Makhtum)\u00a0<\/strong><\/p>\n<h2>Beberapa Pelajaran Yang Bisa Diambil<\/h2>\n<p>Dari kisah ini dapat kita mengambil\u00a0Ibrah\u00a0dan pelajaran berharga bahwa\u00a0dakwah kepada kebenaran tak semulus yang kita bayangkan.\u00a0Banyak tantang dan orang-orang yang tidak senang dengan\u00a0dakwah. Mereka akan senantiasa melakukan daya upaya untuk menghalangi dakwah kebenaran walau mereka tahu mereka berada dalam posisi yang salah.\u00a0Kebenaran dan kebatilan akan senantiasa berperang hingga datangnya hari kiamat. Kita\u00a0juga\u00a0bisa melihat kesabaran dan optimisme Rasulullah\u00a0shallallahu\u00a0\u2018alaihi\u00a0wasallam\u00a0dalam berdakwah.\u00a0Ini pelajaran bagi kita agar\u00a0melihat proses dakwah dan bukan hasil. Kadang dakwah yang\u00a0dijalankan sesuai dengan bimbingan Nabi namun tak banyak yang mau mengikutinya, namun ketika kita mengubah metode dakwah dengan hal yang dilarang dan tidak dicontohkan Nabi ternyata dakwah kita disambut oleh\u00a0manusia. Maka ini ujian bagi para\u00a0da\u2019i\u00a0agar tetap\u00a0berada di atas metode dakwah Rasulullah dan Sunahnya\u00a0walau tak banyak mau mengikutinya.<\/p>\n<p>_________<\/p>\n<blockquote><p><strong>Selesai tulisan ini di kantor Madrosah Sunnah Makassar pada pagi menjelang siang 20 September 2017 | Bambang Abu Ubaidillah al Atsariy<\/strong><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari kisah ini dapat kita mengambil\u00a0Ibrah\u00a0dan pelajaran berharga bahwa\u00a0dakwah kepada kebenaran tak semulus yang kita bayangkan.\u00a0Banyak tantang dan orang-orang yang tidak senang dengan\u00a0dakwah. Mereka akan senantiasa melakukan daya upaya untuk menghalangi dakwah kebenaran walau mereka tahu mereka berada dalam posisi yang salah.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4853,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[42],"tags":[1059,1360,1410,1411,1665,1695,1784,1857],"class_list":["post-4852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seri-kehidupan-rasulullah","tag-kesepakatan","tag-muhammad","tag-nabawi","tag-nabi","tag-quraisy","tag-rapat-al-walit-bin-mughirah","tag-sejarah","tag-sirah"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4852"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4852\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/abuubaidillah.com\/dev2\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}