Amalan Di Bulan Muharram

Diantara bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya adalah terbukanya pintu-pintu kebaikan pada waktu dan masa tertentu. Ini karena tidak semua orang punya kemampuan dan kesempatan yang sama untuk melaksanakan suatu amalan. Ada orang yang bisa masuk surga dengan shalatnya, ada dengan puasanya, ada pula dengan sebab sedekahnya, dan amalan lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَن أنْفَقَ زَوْجَيْنِ في سَبيلِ اللَّهِ، نُودِيَ مِن أبْوَابِ الجَنَّةِ: يا عَبْدَ اللَّهِ هذا خَيْرٌ، فمَن كانَ مِن أهْلِ الصَّلَاةِ دُعِيَ مِن بَابِ الصَّلَاةِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الجِهَادِ دُعِيَ مِن بَابِ الجِهَادِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِن بَابِ الرَّيَّانِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِن بَابِ الصَّدَقَةِ، فَقالَ أبو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عنْه: بأَبِي أنْتَ وأُمِّي يا رَسولَ اللَّهِ ما علَى مَن دُعِيَ مِن تِلكَ الأبْوَابِ مِن ضَرُورَةٍ، فَهلْ يُدْعَى أحَدٌ مِن تِلكَ الأبْوَابِ كُلِّهَا، قالَ: نَعَمْ وأَرْجُو أنْ تَكُونَ منهمْ

Siapa yang berinfak sepasang barang[1] di jalan Allah[2], makai  akan dipanggil (oleh malaikat) dari pintu-pintu surga: ”Wahai hamba Allah ini adalah amal kebaikan”. Kalau ia ahli shalat, dia dipanggil dari pintu shalat. Yang termasuk orang yang berjihad, dipanggil dari pintu jihad, yang ahli puasa dipanggil dari pintu ar Rayyan. Siapa yang termasuk ahli sedekah dipangil dari pintu sedekah” Lalu Abu Bakar berkata: “Demi bapak dan ibuku wahai Rasulullah adakah bahaya yang akan dirasakan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu tersebut[3], dan adakah orang yang dipanggil dari seluruh pintu-pintu surga ?. Rasulullah menjawab: “Benar ada orang yang dipanggil dari semua pintu, dan aku berharap diantara orang itu adalah engkau[4]

Hadits ini menerangkan banyaknya pintu-pintu surga yang Allah sediakan untuk hamba-hambaNya agar mereka bisa masuk surga dari amalan yang paling mudah untuk mereka lakukan.

Di bulan Muharram yang mulia ini banyak amalan-amalan yang luar biasa yang bisa kita lakukan. Diantara amalan-amalan tersebut adalah:

  1. Puasa Asyura

Puasa di bulan Muharram sangat dianjurkan karena dia adalah puasa paling utama setelah puasa Ramadhan. Puasa itu dikenal dengan nama puasa Asyura. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yaitu bulan Muharram[5]

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ إِنِّيْ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah bahwa puasa tersebut dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu[6]

Puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram di setiap tahun. Keutamaan puasa ini sebagaimana tersebut dalam hadits di atas yaitu bisa menghapuskan dosa 1 tahun yang lalu.[7]

  1. Puasa Tasu’a

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan sahabat yang lainnya untuk berpuasa, maka para sahabat berkata: “Ya Rasulullah sungguh ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara. Rasul pun bersabda:

فَإِذَا كَانَ العَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

Jika pada tahun depan Insya Allah, maka kami akan puasa pada hari ke sembilan” Berkata Ibnu Abbas: “Ternyata sebelum tahun depan Rasulullah wafat”[8]

Hadits ini menjelaskan tentang adanya puasa di tanggal 9 Muharram atau disebut dengan puasa Tasu’a. Puasa Tasu’a bertujuan untuk menyelisihi orang-orang Yahudi yang juga berpuasa di tanggal 10 Muharram. Namun mereka hanya berpuasa di tanggal 10 Muharram saja.

Bagi  yang tidak sempat atau tidak bisa melaksanakan puasa di tanggal 9 Muharram, dianjurkan untuk melaksanakannya di tanggal 10 dan 11 Muharram. Ini dalam rangka menyelisihi Yahudi yang hanya berpuasa di tanggal 10 Muharram.[9] Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa yang utama jika bisa melaksanakan puasa di 3 hari pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.

  1. Memperbanyak Amal Shalih

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram(QS. At Taubah: 36)

Karena bulan Muharram di muliakan oleh Allah, hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutnya dengan bulan Allah. Maka seorang Muslim juga akan memuliakannya dengan memanfaatkan bulan Muharramuntuk meningkatkan amal shalih. Amal shalih di bulan Muharram pahalanya besar sebagaimana dosa yang dilakukan di bulan Muharram ancamannya berat. Perbanyaklah amal shalih di bulan tersebut, seperti shalat sunnah, puasa, baca al Qur’an, sedekah, membantu orang lain, dan lain-lain.

  1. Menjauhi Dosa

Melakukan dosa di bulan haram tidak sama dengan melakukan dosa dan maksiat di luar bulan haram, karena ini adalah bulan yang dimuliakan dan masuk dalam salah satu dari bulan haram.

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram, itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri pada bulan-bulan tersebut”(QS. At Taubah: 36)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menukil dari penjelasan Qatadah[10] tentang firman Allah: “..Maka janganlah kalian menzhalimi diri pada bulan-bulan tersebut

إِنَّ الظُّلْمَ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ خَطِيئَةً وَوِزْرًا مِنَ الظُّلْمِ فِيمَا سِوَاهَا، وَإِنْ كَانَ الظُّلْمُ عَلَى كُلِّ حَالٍ عَظِيمًا، وَلَكِنَّ اللَّهَ يُعَظِّمُ مِنْ أَمْرِهِ مَا يَشَاءُ

Sesungguhnya kezhaliman yang dilakukan di bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya dibanding dosa yang dilakukan di bulan lainya, walaupun kezhaliman dalam keadaan dan bagaimanapun tetap dosanya besar, akan tetapi Allah subhanahu wata’ala  mengagungkan apa yang dia kehendaki dari  urusanNya[11]

Bulan Muharram termasuk bulan yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala sehingga Dia melipatgandakan dosa yang dilakukan di bulan tersebut. Bulan Muharram adalah waktu untuk introspeksi diri dan meninggalkan dosa-dosa.
Walaupun taubat dilakukan kapan saja namun ada momen-momen kita bisa meningkatkan usaha untuk bertaubat dari kesalahan-kesalahan kita. Apalagi Muharram adalah awal dari tahun hijriyah.

________

[1] Sepasangan disini maknanya sesuatu yang sejenis dan berjumlah dua. Seperti sepasang kuda, sepasang baju, sepasang kambing, dan lain-lain.
[2] Kalimat di jalan Allah lebih luas maknanya dibanding dengan kalimat jihad. Dan kalimat di jalan Allah bermakna mengharap pahala dari Allah.
[3] Maknanya bahwa apakah ada orang yang merasa masih butuh lagi pintu yang lain saat ia masuk di salah satu pintu surga, dan jawaban nabi menunjukkan bahwa jika seorang telah masuk salah satu dari pintu surga, maka itu sudah cukup tapa ia menginginkan pintu yang lainnya.
[4] Dikeluarkan oleh Bukhari nomor 3666 dan Muslim nomor 1027 dari Abu Hurairah
[5] Dikeluarkan oleh Muslim nomor 1982
[6] Dikeluarkan oleh Muslim nomor 1976
[7] Dosa- dosa yang terhapus adalah dosa kecil. Adapun dosa besar tidak terhapus dengan amalan semata namun dengan taubat kapada Allah dengan sebenar-benar taubat sebagaimana dijelaskan oleh para ulama. Adapula sebagian ulama menjelaskan bahwa jika ia tidak memiliki dosa kecil, maka  puasa Asyura akan meringankan dosa-dosa besarnya.
[8] Dikeluarkan oleh Muslim nomor 1916
[9] Di awal Islam puasa yang diwajibkan adalah puasa Asyura. Namun setelah puasa Ramadhan di wajibkan, maka puasa Asyura menjadi sunnah.
[10] Qatadah bin Di’amah as Sadusi, tokoh tabi’in murid al Hasan al Bashri, seorang ahli tafsir yang meninggat tahun 117 Hiriyah.
[11] Tafsir Ibn Katsir 4/288, terbitan maktabah Ibn al Jauziy – Maktabah Syamilah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *