Dilema “kebaikan” orang Kafir

Akhlak buruk

Sering terjadi di kalangan kaum muslimin memuji-muji kebaikan orang kafir lalu membandingkannya dengan seorang muslim.

Prof. DR. Abdurrazzak bin Abdil Muhsin al Abbad hafidzahullah berkata,

كل من يعبد غير الله خُلقه من أفسد الأخلاق فأين الخُلق في رجل خلقه الله وأمدَّه بالرزق وتفضل عليه بالنعمة وأمده بالعطاء والصحة والعافي ثم يلجأ إلى غير الله  ويصرف العبادة لغيره ! ولهذا فإن فساد الخُلق ملازم للشرك فكل مشرك فاسد الخلق لأن شركه جزء من فساد الأخلاق بل هو أشنع ما يكون في فساد الأخلاق, فلا يُغتر ببعض المعاملة الحسنة التي يكون عليها بعض الكفار لأنها لمصالح دنيوية ومقاصد آنيَّة لا يرجون عليها شيئًا عند الله وثوابًا يوم لقاه سبحانه وتعالى

Setiap orang yang menyembah selain Allah memiliki akhlak yang paling rusak. Dimanakah akhlak seorang yang diciptakan Allah, diberi nikmat, berbagai pemberian, diberi sehat wal afiat. Namun ia berlindung dan memberikan ibadahnya kepada selain Allah ??

Oleh karena itu maka rusaknya akhlak berbanding lurus dengan tindak kesyirikan. Setiap orang yang mensyerikatkan Allah, maka ia memiliki akhlak yang rusak. Karena kesyirikan yang ia lakukan adalah bagian dari rusaknya akhlak itu sendiri. Bahkan kesyirikannya itu adalah akhlak yang paling buruk.

Jadi jangan tertipu dengan bagusnya muamalah yang dilakukan oleh orang-orang yang ingkar kepada Allah. Karena mereka lakukan itu hanya untuk kepentingan dunia dan tujuan-tujuan sementara. Jangan mengharap sedikitpun balasan untuk kebaikan orang tersebut dari sisi Allah ketika nanti ia bertemu dengan Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- (http://al-badr.net/muqolat/4070)
°•°•——–°•°•

Share Yuk…
Faidah Untuk Berbagi⤵⤵

www.abuubaidillah.com
Join Telegram: goo.gl/vH6sqi
Instagram : goo.gl/TkXrFr
Facebook: goo.gl/Cg6xCn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *