Apabila anakmu cemas, cukup hadir dengan berkata, ‘Aku percaya padamu dan jangan takut
Rasa takut pada manusia adalah hal yang manusiawi, apalagi pada anak. Seringkali kita melihat anak yang tidak percaya diri melakukan hal positif disebabkan kurang percaya diri dan takut gagal. Kepercayaan orangtua kepada anaknya perlu dirasakan oleh anak itu sendiri. Rasa percaya orangtua akan mendorong anak berani melakukan hal positif.
Lihatlah bagaimana Allah Subhanahu wata’ala menguatkan Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimassalam sebelum menghadapi Fir’aun. Allah Ta’ala berfirman tentang mereka berdua,
“Keduanya (Nabi Musa dan Harun) berkata, “Ya Rabb kami, sungguh kami khawatir dia (Fir’aun) akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas. Allah berfirman: Janganlah kamu berdua takut, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua; Aku mendengar dan melihat.”(QS. Thaha: 46-47)
Ayat diatas menerangkan bagaimana Nabi Musa dan Harun Alaihimassalam mengadukan kepada Allah rasa takutnya terhadap Fir’aun, jangan sampai Fir’aun melampaui batas memperlakukan atau menyakiti Nabi Musa dan Nabi Harun sebelum mereka berdua menyampaikan risalah Allah kepada Fir’aun. Keterangan di atas juga menerangkan dengan kasih sayangNya Allah memberi dukungan kepada mereka berdua agar tidak takut, karena Allah bersama mereka dan akan menjaga mereka. Akhirnya kedua Nabi tersebut memberanikan diri untuk mendatangi Fir’aun untuk memberi tahu bahwa mereka berdua adalah utusan Allah dan memberitahu bahwa siapapun yang mengikuti petunjuk akan selamat dan adzab akan diberikan kepada mereka yang berpaling dan mendustakan ayat-ayat Allah[1].
Saat anak merasa takut, tidak percaya diri, bahkan tidak berani memulai sebuah amal kebaikan, disitulah pentingnya orangtua membersamai anak untuk menguatkan mereka. Kalimat ‘aku percaya padamu, jangan takut’ sangat penting dalam meyakinkan anak bahwa ia mampu untuk berubah dari keburukan kepada kebaikan, atau untuk melakukan kebaikan. Diantara hal positif yang akan muncul dari ucapan itu adalah:
- Menumbuhkan rasa aman dan nyaman.
Anak yang tahu bahwa ada orang tua yang selalu bersamanya akan merasa aman meskipun menghadapi hal yang menakutkan atau asing. Efeknya bisa mengurangi kecemasan, stres, dan rasa takut. Dan tentu meyakinkan bahwa Allah bersama mereka dan akan membantunya dalam berbuat kebaikan juga penting untuk ditanamkan sejak dini agar menguatkan pondasi Aqidah anak.
- Membangun Kepercayaan Diri
Kalimat ini memberi anak dorongan bahwa ia tidak sendiri. Ia akan lebih berani menghadapi tantangan atau melakukan hal baru. Anak cenderung berani mencoba meski gagal, karena tahu ada yang mendukungnya.
- Menguatkan Ikatan Emosional
Perkataan ini mempererat ikatan orang tua dan anak. Anak merasa diterima dan dicintai. Rasa dicintai menumbuhkan stabilitas emosi.
- Menjadi Sumber Dukungan Psikologis
Ketika anak merasa didampingi, ia tidak merasa terbebani sendiri. Ini sangat penting terutama dalam kondisi sulit atau penuh tekanan. Anak akan lebih tangguh dalam menghadapi masalah.
- Mengajarkan Empati dan Kehadiran
Dengan membiasakan berkata “Aku bersamamu”, anak belajar bahwa kehadiran dan dukungan adalah bentuk cinta dan kepedulian. Ini menjadi teladan untuk ia bersikap suportif terhadap orang lain.
- Membantu Anak Memahami Bahwa Mereka Tidak Sendiri
Saat anak gagal, takut, atau kecewa, kata “Aku bersamamu” menegaskan bahwa ada orang yang tetap hadir dan tidak meninggalkannya. Seperti payung saat hujan tidak menghilangkan hujan, tapi membuatnya bisa bertahan.
Kesimpulan:
Kalimat sederhana seperti “Aku bersamamu dan jangan takut” adalah bentuk kehadiran emosional yang sangat kuat. Ia menjadi jembatan antara perasaan anak dan rasa aman yang ia butuhkan untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan percaya diri.
– Bambang Abu Ubaidillah –
________
[1] Lihat surah Thaha ayat 47 dan 48
