Menyentuh Wanita Batalkan Wudhu ?

Tanya

Bismillah afwan ustadz saya mau bertanya, bagaimana hukumnya menyentuh seseorang lawan jenis yang bukan mahram apakah wudhu menjadi batal (menyentuh tidak dengan syawat) atau tidak sengaja karena ada beberapa artikel saya baca apabila bersentuhan sengaja atau tidak sengaja (tidak dengan syawat ) maka batal wudhuhnya mohon penjelasan ustadz.

Jazakallhu khoir

Jawab

Pendapat yang kuat bahwa menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu karena tidak adanya dalil yang menunjukkan hal tersebut. Bahkan dalil-dalil yang ada menjelaskan tentang tidak batalnya wudhu karena menyentuh wanita. Diantara dalil-dalil tersebut adalah

Pertama

Hadits ‘Aisyah, ia berkata,

فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةً مِنَ الْفِرَاشِ فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِى عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِى الْمَسْجِدِ

Suatu malam aku kehilangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau ternyata pergi dari tempat tidurnya dan ketika itu aku menyentuhnya. Lalu aku menyingkirkan tanganku dari telapak kakinya (bagian dalam), sedangkan ketika itu beliau sedang (shalat) di masjid …[HR. Muslim]

Kedua

Hadits ‘Aisyah, ia berkata,

كُنْتُ أَنَامُ بَيْنَ يَدَىْ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَرِجْلاَىَ فِى قِبْلَتِهِ فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِى فَقَبَضْتُ رِجْلَىَّ  فَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا  قَالَتْ وَالْبُيُوتُ يَوْمَئِذٍ لَيْسَ فِيهَا مَصَابِيحُ

“Aku pernah tidur di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kedua kakiku di arah kiblat beliau. Ketika ia hendak sujud, ia meraba kakiku. Lalu aku memegang kaki tadi. Jika bediri, beliau membentangkan kakiku lagi.” ‘Aisyah mengatakan, “Rumah Nabi ketika itu tidak ada penerangan.”[HR. Bukhari dan Muslim]

Adapun menyentuh wanita yang disebutkan pada surah al Maidah ayat 6,

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا

“..Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang bersih..” [QS. al-Maidah: 6]

Para ulama ahli tafsir menyebutkan bahwa  maksud kalimat “atau menyentuh perempuan adalah berhubungan badan dan bukan bersentuhan biasa sebagaimana yang ditafsirkan oleh sahabat ahli tafsir Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma.
Wallahu ‘alam
________
Ustadz Abu Ubaidillah al Atsariy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *